Destinasi Wisata Probolinggo Dibagi Menjadi 4 Wilayah, Ini Detilnya

Home / Wisata / Destinasi Wisata Probolinggo Dibagi Menjadi 4 Wilayah, Ini Detilnya
Destinasi  Wisata Probolinggo Dibagi Menjadi 4 Wilayah, Ini Detilnya Panorama dasar laut Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo. (FOTO: Operator snorkeling for TIMES Indonesia)

TIMESKALTIM, PROBOLINGGO – Perda Rencana Induk Kepariwisataan Kabupaten Probolinggo (Riparkab) 2019-2034, baru disahkan. Perda ini membagi wilayah destinasi wisata menjadi empat dengan andalan masing-masing: Bromo, Bentar, Bremi dan Bhinor, dengan branding B-Four.

Kawasan Gunung Bromo menjadi destinasi andalan bagi wilayah Kecamatan Sukapura, Sumber, Lumbang, Kuripan, dan Kecamatan Bantaran. Di wilayah ini, juga ada Air Terjun Madakaripura di Kecamatan Lumbang.

Pantai Bentar menjadi destinasi andalan bagi wilayah Kecamatan Tongas, Sumberasih, Dringu, Gending, Leces, Tegalsiwalan, dan Kecamatan Wonomerto. Di wilayah ini juga ada wisata bahari Pulau Gili Ketapang di Kecamatan Sumberasih.

Adapun Bremi, menjadi destinasi andalan bagi wilayah Kecamatan Maron, Banyuanyar, Gading, Tiris, dan Kecamtan Krucil. Di sini juga ada wisata pendakian Gunung Agropuro, dan wista rafting di aliran Sungai Pekalen.

Sedangkan Bhinor yang berada di ujung timur Kabupaten Probolinggo, menjadi destinasi andalan bagi wilayah Kecamatan Pajarakan, Kraksaan, Paiton, Besuk, Krejengan, Kotaanyar, dan Kecamatan Pakuniran. 

Pembagian wilayah ini, dilakukan dengan pertimbangan kawasan geografis (kecamatan) yang didalamnya terdapat destinasi wisata, memiliki daya tarik wisata yang berkualitas dan dikenal secara luas, serta membentuk jejaring produk wisata dalam bentuk pola pemaketan produk wisata dan pola kunjungan wisatawan.

Pertimbangan lainnya, yaitu memiliki kesesuaian tema daya tarik wisata yang mendukung penguatan daya saing, dukungan jejaring aksesibilitas dan infrastruktur yang mendukung pergerakan wisatawan dan kegiatan kepariwisataan, serta punya keterpaduan dengan rencana sektor terkait.

Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Pariwisata dan Kabudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto mengatakan, Riparkab disusun untuk mendukung Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (Riparnas) dan Provinsi Jatim.

Sugeng mengatakan, pihaknya kini fokus pada pembangunan kawasan penyanggah pariwisata andalan tersebut. “Tujuannya untuk memperpanjang masa tinggal wisatawan di Kabupaten Probolinggo,” katanya kepada TIMES Indonesia.

Kawasan penyanggah yang menjadi fokus, meliputi wilayah Bromo, Krucil, Lumbang, Tongas, Tiris dan Sumber. “Semua (kawasan, Red) kita kembangkan. Tapi kita buat skala prioritas, dan itu yang paling siap (dikembangkan, Red),” terangnya.

Diketahui, sepanjang 2019 terdapat 1.023.590 wisatawan yang berkunjung ke 34 destinasi wisata Kabupaten Probolinggo. Terdiri dari 968.306 wisatawan nusantara, dan 55.284 wisatawan mancanegara. Bromo menjadi destinasi paling ramai dikunjungi dengan 169.186 wisatawan.

Jumlah itu lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada 2018, kunjungan wisata ke Kabupaten Probolinggo sebanyak 869.503. Tahun 2017 sebanyak 686.711 orang, dan pada tahun 2016 tercatat sebanyak 477.169 wisatawan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com