STTI Bontang Gelar Wisuda, 32 Sarjana Teknik Dikukuhkan

Home / Pendidikan / STTI Bontang Gelar Wisuda, 32 Sarjana Teknik Dikukuhkan
STTI Bontang Gelar Wisuda, 32 Sarjana Teknik Dikukuhkan Prosesi Wisuda STTI Bontang yang digelar di Ball room Hotel Grand Equator, Sabtu (15/02/2020). (Foto: Kusnadi/TIMES Indonesia)

TIMESKALTIM, BONTANG – Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bontang (STTI Bontang) menggelar Sidang senat terbuka dalam rangka Wisuda sarjana Program studi Teknik mesin dan Teknik kimia di Ballroom Hotel Equator Bontang, Sabtu (15/02/2020). Sebanyak 32 orang wisudawan resmi menyandang gelar sarjana Teknik dimana proses pengukuhannya dipimpin oleh Ketua STTI Bontang, Irianto M.Pd.

Ketua STTIB, Irianto M.Pd dalam sambutannya menyampaikan pekerjaan rumah STTIB adalah meningkatkan kualitas internal mahasiswa dan peningkatan daya saing eksternal terkhusus dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

Wisudawan bersama Wali kota Bontang, Neni Moerniaeni dan Ketua STTIB (Foto: Kusnadi/TIMES Indonesia)

"Wajib bagi STTIB menghembuskan kebijakan strategis dari berbagai aspek mulai dari kelembagaan cyber university, online learning, trik dan sumberdaya dan tata kelola. Wajib bagi STTIB untuk memperbaiki pengelolaan data kampus dan informasi yang harus tersampaikan dengan baik untuk kalangan pendidik atau yang dididik," ungkapnya.

Irianto juga tak lupa berpesan kepada Wisudawan untuk menjaga kualitas diri dan perilaku di tengah masyarakat sehingga peran serta mahasiswa menjadi dibutuhkan di dunia kerja, begitu juga masyarakat.

"Sebagai seorang sarjana bukan hanya dinilai dari gelar yang disandang, tetapi lebih dari itu saudara-saudara akan dinilai oleh masyarakat dari cara berpikir dan bertindak yang cermat dan teliti untuk mengabdikan ilmu ditengah masyarakat," harap Irianto.

Ketua Yabis, Drs H.Muslim Arsyad ( Foto: Kusnadi/TIMES Indonesia)

Sementara itu, Ketua Yayasan Pembinaan Al ikhlas (YABIS), Drs H.Muslim Arsyad yang juga seorang pendakwah ini memberikan nasehat dalam sambutannya. Dirinya berpesan agar wisudawan memiliki kualitas akhlak, berkualitas iman dan berkualitas ilmu agar mendapatkan derajat dimata masyarakat. " Hormati orang tua, takzim orang tua, kalian tidak bisa seperti sekarang tanpa orang tua. Sebodoh apapun orang tua anda tetap hormat padanya, Dengan ilmu kalian bertambah jangan kalian menjadi sombong," Ucapnya.

Sementara itu Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan kebahagiaan dan rasa bangga atas wisuda yang digelar STTIB Yabis saat ini.

Menurutnya, walau hanya memiliki 4 Perguruan Tinggi, Kota Taman bisa mencapai indeks pembangunan manusia (IPM) Tertinggi di Kalimantan Timur.

"Dengan sarjana STTI Bontang jurusan mesin dan kimia bisa andil dalam semua proses pembangunan di Kota Bontang, oleh karena itu kita membuat perda baokmitu permanen atau non permanen 70 Persen adalah anak Bontang," ujar Neni. 

Wali kota Bontang, Neni Moerniaeni saat sambutan (Foto : Kusnadi/TIMES Indonesia)

Neni pun menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan sudah mempersiapkan diri agar tidak akan kalah dengan era 4.0.

"Tentunya kita tidak akan kalah dengan 4.0 kita sudah persiapkan anak anak di Kota Bontang link and match, jadi apa yang kita lakukan hari ini harus disesuaikan dengan kearifan," Tegasnya.

Usai prosesi opening, Wisudawan dan peserta yang hadir disuguhi orasi ilmiah oleh DR.Ir. H. Zakir Sabara HW.ST.MT.IPM.ASEAN Eng dari Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang mengangkat tema Sarjana dalam cakrawala revolusi Industri 6.0.

Selain Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, hadir dalam wisuda STTI Bontang Kepala L2 Dikti, Wilayah XI Kalimantan, Prof H.Udiansyah; Ketua Yayasan YABIS, Muslim Arsyad; Mantan ketua STTIB Kedua, Andi Sofyan Hasdam. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com