Bagaimana Marah Istri Kepada Suami yang Sesuai Sunah?

Home / Gaya Hidup / Bagaimana Marah Istri Kepada Suami yang Sesuai Sunah?
Bagaimana Marah Istri Kepada Suami yang Sesuai Sunah? ilustrasi - Istri Marah Kepada Suami Yang Sesuai Sunah (FOTO: bangkitmedia.com)

TIMESKALTIM, JAKARTA – Dalam kehidupan rumah tangga pasti pernah ada masalah, baik besar maupun kecil. Saling marah antara suami dan istri seperti hal biasa saat ini. Marah bukanlah kondisi yang baik untuk rumah tangga. Bahkan, marah istri bisa mengubah suami. Seperti dikutip dari Laduni, Kyai Hasyim Muzadi sering mengatakan bahwa lelaki yang pandai jika dimarahi oleh istrinya maka akan hilang kepandaiannya. Hal seperti ini sebenarnya tak boleh terjadi. Lalu, bagaimana seharusnya marah istri kepada suami?

Marah berlebihan apalagi kepada suami sangat tidak baik. Lalu, bagaimana marah yang masih dalam batasan baik?

Berikut ini penjelasan marah yang dicontohkan oleh istri Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

ﻋَﻦْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ﺭَﺿِﻲَ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻬَﺎ، ﻗَﺎﻟَﺖْ: ﻗَﺎﻝَ ﻟِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝُ اﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: «ﺇِﻧِّﻲ ﻷََﻋْﻠَﻢُ ﺇِﺫَا ﻛُﻨْﺖِ ﻋَﻨِّﻲ ﺭَاﺿِﻴَﺔً، ﻭَﺇِﺫَا ﻛُﻨْﺖِ ﻋَﻠَﻲَّ ﻏَﻀْﺒَﻰ»

Kata Aisyah bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam berkata kepadanya: "Aku tahu kapan kau senang kepadaku dan kapan kau marah padaku"

ﻗَﺎﻟَﺖْ: ﻓَﻘُﻠْﺖُ: ﻣِﻦْ ﺃَﻳْﻦَ ﺗَﻌْﺮِﻑُ ﺫَﻟِﻚَ؟

Saya bertanya: "Dari mana engkau tahu?"

ﻓَﻘَﺎﻝَ: " ﺃَﻣَّﺎ ﺇِﺫَا ﻛُﻨْﺖِ ﻋَﻨِّﻲ ﺭَاﺿِﻴَﺔً، ﻓَﺈِﻧَّﻚِ ﺗَﻘُﻮﻟِﻴﻦَ: ﻻَ ﻭﺭﺏ ﻣﺤﻤﺪ، ﻭَﺇِﺫَا ﻛُﻨْﺖِ ﻋَﻠَﻲَّ ﻏَﻀْﺒَﻰ، ﻗُﻠْﺖِ: ﻻَ ﻭَﺭَﺏِّ ﺇِﺑْﺮَاﻫِﻴﻢَ "

Nabi menjawab: "Jika kau senang padaku maka kau akan berkata "Demi Tuhannya Muhammad". Jika kau marah maka kau berkata: "Demi Tuhannya Ibrahim"

ﻗَﺎﻟَﺖْ: ﻗُﻠْﺖُ: ﺃَﺟَﻞْ ﻭَاﻟﻠَّﻪِ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ اﻟﻠَّﻪِ، ﻣَﺎ ﺃَﻫْﺠُﺮُ ﺇِﻻَّ اﺳْﻤَﻚَ

Saya berkata: "Benar wahai Rasulullah. (Jika saya marah) saya hanya meninggalkan namamu" (HR Bukhari)

Berdasarkan berbagai penjelasan di atas, Ustadz Ma'ruf Khozin mengatakan, jadi marah istri pada suami yang sesuai Sunah adalah cukup tidak menyebut nama suami. Jika istri sampai pergi meninggalkan rumah maka itu adalah marah yang keluar dari Sunah. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com