Menteri Perhubungan RI Jajal Kendaraan Listrik Rakitan UGM

Home / Berita / Menteri Perhubungan RI Jajal Kendaraan Listrik Rakitan UGM
Menteri Perhubungan RI Jajal Kendaraan Listrik Rakitan UGM Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi mencoba langsung kelayakan kendaraan listrik rakitan mahasiswa UGM. (FOTO: Humas UGM/TIMES Indonesia)

TIMESKALTIM, YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) telah lama melakukan berbagai riset tentang kendaraan listrik. Hasilnya berbagai macam kendaraan dari mulai motor, mobil, hingga becak bertenaga listrik berhasil diciptakan oleh UGM. Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi ikut menjajal atau mencoba langsung kelayakan kendaraan listrik rakitan anak bangsa ini.

Dalam kunjungan tersebut, Budi didampingi Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng dan stafnya. Budi mencoba secara langsung kendaraan listrik ciptaan UGM  ini di halaman Balairung UGM, Sabtu (21/9/2019).

Menhub menguji langsung motor listrik kerja sama UGM dengan VIAR. Dengan laju kurang lebih 30 km/jam, Menhub berkeliling seputaran UGM untuk mengetahui kenyamanan dan keamanan dari motor listrik yang sudah dijual di pasaran ini.

Setibanya kembali di lokasi awal, kali ini Budi Karya menjajal dua mobil listrik dari Tim Arjuna dan Tim Bima Sakti  milik UGM. Dua mobil tersebut telah meraih berbagai kemenangan di kompetisi internasional serta telah berhasil lolos dalam berbagai regulasi ketat standar mobil listrik internasional.

“Untuk dapat lolos regulasi standar mobil listrik internasional itu sangat sulit, para teknisi ahli sekalipun sulit mendapatkannya,” kata Ketua Tim Pengembangan Komponen Kelistrikan UGM, Dr. Eka Firmansyah.

Menurutnya, capaian yang dihasilkan dari kolaborasi dosen dan mahasiswa UGM sungguh luar biasa mengingat ketatnya regulasi mobil listrik.

Menhub yang langsung merasakan langsung masuk dalam kokpit mobil Arjuna dan Bima Sakti mengungkapkan apresiasinya atas kerja luar biasa antara mahasiswa dan dosen ini.

Menhub Budi menerangkan, temuan ini memiliki nilai ekonomi untuk peneliti, Universitas hingga negara. Menhub melihat seringkali temuan yang ada berhenti di kampus dan belum dapat diaplikasikan. Untuk itu, ia berharap temuan ini dapat masuk ranah industri.

Pada uji coba mobil listrik ini Menhub juga diperlihatkan temuan  UGM yang mampu mendaur ulang baterai. Menhub juga mengapresiasi hasil daur ulang baterai yang telah berhasil dilakukan UGM. Menurutnya, permasalahan utama mobil listrik adalah baterai, mulai dari berat baterai, daya, hingga persoalan lingkungan.

“Ide untuk melihat celah riset pada persoalan baterai adalah salah satu telaah cerdas,” tutur Menhub . 

Ia menambahkan jika daur ulang baterai tidak hanya berguna untuk sumber tenaga dari mobil listrik itu sendiri tetapi juga menyelesaikan persoalan limbah baterai yang selama ini menjadi momok.

Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Nizam, berharap ke depan seluruh komponen mobil listrik karya UGM seluruhnya disusun oleh komponen buatan lokal. Saat ini, UGM telah mampu membuat komponen mobil listrik sendiri di antaranya motor control, Battery Management System, dan Battery Charger.

UGM berusaha memulai dari hulu artinya komponen penyusun mobil listrik, kendaraan listrik, kita buat sendiri. Sehingga, kedepannya dapat mencapai kemandirian teknologi,” kata Nizam saat mendampingi Menteri Perhubungan RI. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com