Dosen UGM Sebut Pemilu 2019 Hajatan Demokrasi Termahal

Home / Berita / Dosen UGM Sebut Pemilu 2019 Hajatan Demokrasi Termahal
Dosen UGM Sebut Pemilu 2019 Hajatan Demokrasi Termahal Suasana diskusi di Museum Benteng Vredeburg, Rabu (24/4/2019). (FOTO: Dwijo Suyono/TIMES Indonesia)

TIMESKALTIM, YOGYAKARTADosen Departemen Ilmu Sejarah FIB UGM, Uji Nugroho Winardi menilai, Pemilu 2019 merupakan hajatan demokrasi yang memerlukan biaya tinggi. Bahkan, masyarakat pun ikut mengeluarkan tenaga dan pikiran demi mewujudkan pemilu yang aman, lancar, jujur, dan adil. Hanya, ia tak menyebutkan perbandingan biaya yang dimaksud.

“Karena biaya tinggi maka sudah selayaknya masyarakat peduli dan ikut menyukseskan pemilu,” kata Nugroho dalam acara seminar bertema Dinamika Pemilu di Indonesia di Museum Benteng Vredeburg, Rabu (24/4/2019).

Menurutnya, pada momentum pemilu yang dipertaruhkan tidak hanya biaya. Namun, kerukunan antar kelompok dan pendukung tengah diuji. Jangan sampai, pemilu membuat hubungan antar kelompok renggang.

“Pemilu mengajarkan bagaimana membangun peradaban dan kerukunan antar kelompok,” terang Nurgoho.

Bagi rakyat Indonesia, pemilu tak asing. Sebab, sejak merdeka Indonesia telah menyelenggarakan pemilu skala nasional sebanyak 12 kali. Pertama, pada era Seokarno pada tahun 1955. Dilanjutkan pada era Presiden Soeharto sebanyak enam kali yaitu tahun 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997. Sedangkan pada era Reformasi sebanyak lima kali yaitu tahun 1999, 2004, 2009, 2014, dan terakhir tahun 2019 ini.

“Setiap pelaksanaan pemilu ada perbedaan. Mulai dari teknis penyelenggaraan dan kontestan partai,” papar Nugroho.

Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Suharja mengatakan, sebagai institusi pemerintah, Museum Benteng Vredeburg berkewajiban memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas tentang pesta demokrasi pemilu.

“Museum  tidak hanya pada artefak dan peninggalan lainnya. Tetapi, proses dan dinamika bangsa ini juga menjadi bagian penting dalam pembentukan sebuah bangsa. Karena itu, kami ikut membuat seminar pemilu agar masyarakat semakin cerdas,” kata Suharja. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com