Kementerian PANRB akan Apresiasi Para Inovator Penanganan Covid-19

Home / Berita / Kementerian PANRB akan Apresiasi Para Inovator Penanganan Covid-19
Kementerian PANRB akan Apresiasi Para Inovator Penanganan Covid-19 Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa saat mengelar konferensi pers virtual di Jakarta (foto: Humas Kemenpanrb)

TIMESKALTIM, JAKARTA – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB) akan memberikan apresiasi terhadap inovator yang sukses membantu penanganan Covid-19. Saat ini, banyak inovasi pelayanan publik tercipta di tengah pandemi Covid-19, baik yang diciptakan pemerintah, swasta, maupun masyarakat.

Untuk itu, Kementerian PANRB mendorong inovasi-inovasi lain terkait Covid-19 sekaligus menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan diri bisa mengatasai virus corona ini. 

“Momentum untuk membuktikan bahwa kita dapat menyumbangkan inisiatif yang bermanfaat bagi dunia,” ujar Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa, saat mengelar Video Conference dan diterima dalam bentuk rilis oleh TIMES Indonesia di Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Diah memberikan contoh, salah satu pemerintah daerah menciptakan aplikasi yang diberi nama Fight Covid-19 yang diluncurkan pada 9 Maret lalu. Aplikasi ini memanfaatkan Google Map, dengan skema 3T, yakni Tracking, Testing, dan Treatment dalam melawan Covid-19. 3T dilakukan terhadap suspect dan penderita Covid-19, khususnya terhadap status orang dalam pengawasan (ODP), orang tanpa gejala (OTG), dan pasien dalam pengawasan (PDP).

“Jadi seseorang yang dalam status tersebut dapat di tracking lokasi dimana yang bersangkutan berada, termasuk pergerakannya dan kontak dengan siapa saja,” jelas Diah.

Aplikasi dapat memantau juga siapa saja yang telah melaksanakan rapid test dan swab test termasuk pergerakan mereka. Pemantauan ini dilakukan secara terpadu dalam Gugus Tugas Covid-19 di daerah tersebut, melalui dashboard yang dipantau oleh kepada daerah.

Kelak, menurut Diah, inovasi seperti ini akan dibutuhkan dikemudian hari jika suatu saat Indonesia mengalami keadaan yang sama. Diah menekankan, inovasi tidak harus berbasis teknologi informasi, tetapi bisa juga inovasi yang menyentuh rasa kemanusiaan dalam penanganan wabah Covid-19 ini. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com