SMT Pulau Morotai Desak Camat Morut Tertibkan Kinerja Pemdes

Home / Berita / SMT Pulau Morotai Desak Camat Morut Tertibkan Kinerja Pemdes
SMT Pulau Morotai Desak Camat Morut Tertibkan Kinerja Pemdes Kepala Kantor Kecamatan Morotai Utara, Pulau Morotai, Marwan Sidasi, saat memberikan arahan kepada peserta aksi. (Foto: Husain/TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESKALTIM, PULAU MOROTAI – Puluhan mahasiswa yang menamakan diri Solidaritas Mahasiswa Tabailenge (SMT) Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut) gelar aksi terkait dengan sejumlah persoalan yang terjadi di tubuh Pemerintah Desa (pemdes) Tanjung Saleh.

Aksi berlangsung di depan Kantor Kecamatan Morotai Utara, Selasa, (2/6/2020).

Puluhan mahasiswa itu menggunakan satu mobil opencup, sound system dan spanduk bertuliskan "Kades Foriki (Pembohong red) Jilid II" menjadi etalase aksi di gerbang Kantor Camat Morotai Utara.

Kepala-Kantor-Kecamatan-Morotai-Utara-Pulau-Morotai-Marwan-Sidasi-2.jpg

Koordinator Aksi Amrin Lidawa menyampaikan aksi yang dilakukan untuk meminta pemerintah kecamatan menertibkan seluruh aset Desa Tanjung Saleh dan meningkatkan pengawasan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) demi menghindari penyimpangan penggunaannya di Kecamatan Morotai Utara. Karena dugaan kuat telah disalah gunakan Kepala Desa dan perangkatnya.

"Kami yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Tabailenge (SMT) hadir sebagai bentuk kepedulian karena esensi kemanusiaan adalah peduli antarsesama, lewat aksi ini bagian dari tanggung jawab kita untuk memonitoring dan pengawasan dana desa yang berada di Kecamatan Morotai Utara umumnya dan lebih khususnya di Desa Tanjung Saleh. Kami minta transparansi dalam pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD)," teriaknya.

Selain itu, koordinator aksi menyampaikan delapan tuntutan mereka dan minta ditindak lanjuti oleh Camat Morotai Utara, Marwan Sidasi.

Pertama, secepatnya Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Saleh membayar gaji petugas kebersihan dan Guru Paud. Kedua, secepatnya Pemdes Tanjung Saleh menyelesaikan proyek yang belum selesai. Ketiga, kembalikan anggaran BUMDES yang dipakai oleh Pemdes Tanjung Saleh.

Ke-empat, Pemdes secepatnya melakukan penyaluran Dana BLT Desa. Kelima Kepala Desa harus terbuka dengan RKD mengenai BLT desa. Keenam, kembalikan aset milik desa. Ketujuh, BPD harus menekan pada Pemdes agar secepatnya menyelesaikan dapur sehat yang belum selesai dan kedelapan, BPD sadar posisi dan sadar diri.

Sementara Kepala Kecamatan Morotai Utara, Marwan Sidasi menyatakan aspirasi yang disampaikan Mahasiswa yang tergabung dalam SMT diterima dengan baik dan pihak kecamatan segera menindak lanjuti apa yang menjadi tuntutan masyarakat.

"Aksi ini memang lebih khusus ke Pemerintah Desa Tanjung Saleh, namun camat menyikapi secara menyeluruh. Hari ini, kami telah buat surat undangan kepada seluruh Desa yang ada di Kecamatan Morotai Utara guna menghadiri rapat pada Kamis (4/6/2020) guna membicarakan sejumlah hal yang menjadi tuntutan masyarakat. Karena dugaan kami masalah ini terjadi merata," tegasnya.

Tujuan dari rapat ini, untuk menertibkan seluruh aset desa yang ada di 14 desa di Kecamatan Morotai Utara baik itu kendaraan Viar, Mobil dan lainnya, agar pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Selain itu, kata Marwan, soal transparansi dalam peruntukan anggaran dana desa (ADD) dan Dana Desa (DD) sehingga tidak menimbulkankan kecurigaan bahkan keributan ditengah masyarakat dan melahirkan aksi seperti ini.

Lanjutnya, demikian juga soal pendataan penerima bantuan, pada hari Kamis juga akan disampaikan kepada seluruh Kades di Morotai Utara, soal transparansi data yang harus dilakukan pemdes dan BPD sehingga tidak terindikasi pilih kasih dalam menentukan warga masyarakat penerima bantuan. Tetapi, yang berhak menerima bantuan baik BLT, BST dan lainnya adalah mereka yang benar benar layak dari sisi persyaratan dan terverifikasi di Desa masing masing. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com