Kwarnas Gerakan Pramuka Berduka Atas Peristiwa yang Menimpa Siswa SMP Negeri 1 Turi

Home / Berita / Kwarnas Gerakan Pramuka Berduka Atas Peristiwa yang Menimpa Siswa SMP Negeri 1 Turi
Kwarnas Gerakan Pramuka Berduka Atas Peristiwa yang Menimpa Siswa SMP Negeri 1 Turi Petugas melakukan penyisiran untuk mencari sejumlah siswa SMPN 1 Turi yang tenggelam di Kali Sempor, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta. (foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)

TIMESKALTIM, JAKARTA – Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka ikut berduka atas peristiwa kecelakaan yang menimpa sejumlah siswa SMP Negeri 1 Turi, Kabupaten Sleman di Sungai Sempor, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (21/2/2020) Februari 2020.

Peristiwa tersebut mengakibatkan jatuhnya korban meninggal dan korban luka sejumlah siswa SMP Negeri 1 Turi yang berseragam Pramuka.

"Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan ini menyatakan duka cita dan bela sungkawa yang mendalam," kata Kepala Pusat Informasi Nasional Gerakan Pramuka, Guritno dalam keterangan resminya, Jumat (21/2/2020).

.Selain itu, dia juga juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penanganan dan pertolongan korban. Mulai dari pemerintah, TNI, Polri, BPBD, BASARNAS, PMI, SAR DIY, RESCUE 920, GBS, PITU RESCUE, CODE X, Bahari, SRC, SAR Linmas, IOF, Sembada Rescue, SAR MTA, PRB Mlati, Rescue 328, Mapala Satu Bumi, Mahaguru, komunitas relawan, tim Pramuka Peduli Kwarcab Sleman dan Kwarda Daerah Istimewa Yogyakarta, serta masyarakat sekitar tempat kejadian.

"Kwartir Nasional melalui Komisi Pengabdian Masyarakat terus melakukan koordinasi dengan tim di lapangan untuk mengetahui kabar terkini mengenai peristiwa tersebut," ujarnya.

Menurtunya, siapapun tentu tidak menghendaki tragedi tersebut terjadi. Namun demikian, sebagai bahan pembelajaran, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengimbau kepada seluruh jajaran Gerakan Pramuka khususnya kakak-kakak pembina untuk menerapkan pengetahuan manajemen risiko dan bijaksana dalam memberikan kegiatan kepada peserta didiknya.

"Di samping itu, kakak-kakak agar selalu mempertimbangkan berbagai hal dan mengutamakan keselamatan semua peserta kegiatan seperti tertuang dalam SK Kwarnas No.227 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kebijakan Manajemen Resiko dalam Gerakan Pramuka," imbuhnya.

Menurut dia, sebagai organisasi moderen dan bertanggungjawab dalam mendidik dan membina kaum muda Indonesia, Gerakan Pramuka memiliki komitmen untuk mengelola resiko.

Hal itu untuk upaya mencapai tujuan, serta memaksimalkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program dan penyediaan pelayanan.

"Dalam berhubungan dengan anggota, pembina, pelatih, pengurus, staf, majelis pembimbing, pemerintah, serta infrastruktur dalam lingkungan yang aman dan praktis, dirancang untuk mencegah kerusakan, kerugian, luka atau kehilangan pada Gerakan Pramuka atau pihak-pihak lain yang terkait dengannya," tegas Kepala Pusat Informasi Nasional Gerakan Pramuka ini.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com